Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com

Kamis, 16 Mei 2013

Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus. Bulimia adalah kelainan pola makan yang sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Yang paling sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah, kadang-kadang disebut pembersihan; puasa, serta penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan olahraga yang berlebihan juga merupakan ciri umum.
Penyakit Bulimia Nervosa, Penyebab, Gejala, Akibat serta Pengobatan
Penyakit mental lainnya yang biasanya dialami oleh wanita, Bulimia atau juga dikenal dengan bulimia nervosa mempengaruhi sekitar 3% dari wanita di amerika Serikat. Bulimia adalah penyakit yang diakibatkan oleh psikologi pasien, yang mengakibatkan kelainan makan. Bulimia merupakan keadaan dimana seorang pasien makan secara berlebihan secara berulang-ulang (binge) dan kemudian kembali mengeluarkannya. Mengeluarkan makanan yang dimakan ini bisa melalui muntah yang biasanya diinduksi dengan obat pencahar, selain itu juga dengan mengeluarkannya lewat kencing dengan menggunakan obat diuretik.
Selain itu, selain makan berlebih, penderita bulimia juga cenderung diet sangat ketat dan juga olah raga yang berlebihan. Cirri khas penyakit bulimia sudah tentu kebiasaan mengeluarkan makanan yang dimakan dengan sangat cepat, sehingga sangat aneh bagi orang biasa kalau sehabis makan kembali memuntahkan makanannya.
Membersihkan atau memuntahkan makanan ini diperkirakan sebagai aksi untuk mengurangi rasa benci atau rasa bersalah karena sudah binge. Pasien berobsesi untuk membersihkan diri mereka dari makanan itu, sehingga makanan yang masuk tidak sempat terserap tubuh.
Seorang pasien penyakit bulimia dalam melakukan pesta makan ini, diduga terdorong oleh depresi atau stress terhadap sesuatu yang berhubungan dengan berat badan, bentuk badan ataupun makanan. Mereka menganggap, makan merupakan kegiatan paling menyenangkan dan bisa menghilangkan depresi. Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung sementara karena akhirnya mereka kembali membenci makanan serta marah atas control diri terhadap pesta makan yang kurang. Kebencian ini membuat mereka terobsesi untuk membersihkan makanan tersebut dari tubuh.
Aksi pembersihan biasanya berlangsung seketika, namun pada beberapa penderita bulimia melakukan pembersihan pada beberapa periode setelahnya.
Sama halnya dengan anorexia, bulimia selalu berhubungan dengan control diet ataupun penurunan berat badan. Penderita bulimia biasanya terlalu memperhatikan berat badan, selalu merasa kurang percaya diri dengan berat badan sehingga cenderung melakukan diet berlebih. Bedanya dengan penderita anorexia, penderita bulimia memiliki berat badan yang lebih stabil sehingga penyakit ini jarang diketahui oleh masyarakat umum.

Penyebab Bulimia
Bulimia merupakan salah satu kelainan mental, penyebab bulimia belum diketahui secara biologis. Namun karena ini berhubungan dengan behavioral health, maka para ahli meyakini ada beberapa factor yang bisa menyebabkan penyakit ini:
- masalah keluarga - perilaku maladaptif - pertentangan identitas diri - budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik.
Masalah penampilan serta berat badan merupakan factor utama yang penyebab bulimia pada seorang wanita. Seorang penderita bulimia biasanya mempunyai ketahanan mental yang kurang, kurang percaya diri dan memiliki masalah dengan berat badan dan ini yang membuatnya menjadi terobsesi dengan penurunan berat badan. Hal-hal seperti di atas juga bisa menjadi akibat bulimia yang mengerikan.
Pengalaman mempunyai masalah dengan berat badan membuatnya selalu merasa gemuk. Hal ini mendorong diet yang tidak terkontrol, olah raga berlebih dan akhirnya menderita bulimia.
Penelitian baru menunjukan bahwa kelainan mental ini juga disebabkan oleh proses kimiawi yang ada di dalam otak. Para ahli menduga bahwa kelainan neurotransmitter dalam otak, utamanya neurotransmitter serotonin merupakan pemicu terjadinya penyakit bulimia nervosa ini. Namun dugaan awal ini masih belum bisa dijelaskan secara spesifik karena kompleksnya penyakit.
Gejala Bulimia [ad#ad-1]
Seperti yang dijelaskan di atas, binge merupakan gejala utama dari bulimia. Binge bulimia ini akan diikuti dengan muntah, diet yang ketat serta olah raga berlebihan.
Namun untuk mendeteksi gejala bulimia dalam kehidupan sehari-hari sangatlah susah. Proses makan berlebihan terkadang adalah hal umum dalam masyarakat. Makan merupakan kegiatan yang menyenangkan, bisa menghilangkan stres atau depresi. Selain itu, setiap orang juga memiliki nafsu makan berbeda, sehingga makan dengan jumlah banyak tersebut kadangkala adalah hal yang normal.
Selain itu, penderita bulimia tidak selalu kurus. Bisa saja memiliki berat badan normal atau malah gemuk. Namun ada beberapa pertanda yang bisa dianggap sebagai gejala bulimia, yaitu:
   Selalu ke kamar mandi setelah makan untuk muntah (tentu saja dilakukan berkali-kali)
   Olah raga berlebih.
   Terjadi perubahan seperti pipi atau rahang yang bengkak, pecahnya pembuluh darah di mata, rusaknya lapisan email gigi sehingga gigi yang Nampak jelas.
   Terlalu terbelenggu dengan urusan berat ataupun bentuk badan.

Diagnosis bulimia
Sama halnya dengan anoreksia, diagnosis untuk penyakit bulimia susah karena ini menyangkut masalah perilaku yang bisa saja disangkal oleh penderita. Namun sebagai dasar bagi dokter untuk mendiagnosa penyakit ini, ada lima criteria dasar yang bisa dipakai sebagai patokan.
   Pesta makan yang terjadi berulangkali. Hal ini ditandai dengan porsi yang sangat banyak dan di luar porsi normal makan seorang manusia dalam jangka waktu dua jam.
   Merasa tidak bisa berhenti makan dalam satu periode.
   Perilaku yang menyimpang untuk mengurangi berat badan secara ekstrim dan berlebihan, seperti muntah, penggunaan obat pencahar dan diuretic, puasa ataupun olah raga berlebihan.
   Pesta makan serta perilaku penurunan badan yang ekstrim terjadi minam dua kali dalam seminggu selama jangka waktu tiga bulan.
   Rasa yang tidak pernah puas terhadap bentuk tubuh yang dimiliki.

Akibat dan Bahaya Bulimia terhadap Kesehatan
Bahaya bulimia ini disebabkan oleh perilaku makan berlebihan dan kemudian membersihkannya yang terjadi secara berulang. Berbagai macam organ akan rusak akibat pembersihan secara ekstrim ini, seperti
   pembengkakan kelenjar ludah di pipi
   Jaringan parut di buku jari tangan yang digunakan untuk merangsang muntah
   Pengikisan email gigi akibat bulimia yang sering muntah dan mengeluarkan asam lambung
   Kadar kalium yang rendah dalam darah.
   Gigi sensitive terhadap panas atau dingin
   Masalah pada kelenjar ludah yang berupa rasa nyeri atau pembengkakan
   Paparan asam lambung berlebih pada kerongkongan bisa menyebabkan borok, pecah atau penyempitan.
   Terganggunya proses pencernaan akibat pencahar, bisa mengakibatkan disfungsi organ pencernaan .
   Ketidakseimbangan cairan tubuh akibat stimulus zat diuretic secara berlebih.
Akibat bulimia juga terjadi pada kehidupan social, penderita bulimia cenderung akan bermasalah dalam hal sosialisasi lingkungan, bersifat impulsive, seringkali merasa stress atau depresi dan menyalahgunaan alcohol atau obat-obatan.

Pengobatan Bulimia
Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:
   Terapi psikis (psikoterapi) oleh psikiater untuk mengendalikan perilaku menyimpangnya.
   Obat-obatan. Obat anti-depresi seringkali bisa membantu mengendalikan bulimia, meskipun penderita tidak tampak depresi. 
Tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan

Anoreksia nervosa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Anoreksia Nervosa
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal
"Nona A" - gambar tahun 1866 dan 1870 setelah perawatan. Dia adalah salah satu penderita pertama kasus Anorexia nervosa. Didapatkan dari naskah medis Sir William Gull.
ICD-10 F50.0-F50.1
ICD-9 307.1
OMIM 606788
DiseasesDB 749
eMedicine emerg/34  med/144
MeSH D000856
Anoreksia nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya. AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT,[1] hingga disfungsi hati akut[2] pada tingkat lanjut.[3]
Seseorang yang menderita AN disebut sebagai anoreksik atau (lebih tidak umum) anorektik. Istilah ini sering kali namun tidak benar disingkat menjadi anorexia, yang berarti gejala medis kehilangan nafsu makan.
Anorektik dapat juga menunjuk ke obat penahan nafsu.
Tidak nafsu makan.jpg

Rujukan

  1. ^ (Inggris)"Prevalence and Predictors of Abnormal Liver Enzymes in Young Women with Anorexia Nervosa". Harvard-MIT Division of Health Sciences and Technology, Harvard Medical School, Division of Adolescent Medicine, General Clinical Research Center, Division of Gastroenterology and Nutrition, Division of Endocrinology, Children’s Hospital Boston; Hiu-fai Fong, Amy D. DiVasta, Diane DiFabio, Julie Ringelheim, Maureen M. Jonas, dan Catherine M. Gordon. Diakses 2010-10-11.
  2. ^ (Inggris)"Acute liver damage in anorexia nervosa". Department of Clinical and Experimental Medicine, University of Padua; Di Pascoli L, Lion A, Milazzo D, Caregaro L. Diakses 2010-10-11.
  3. ^ (Inggris)"Severe acute liver damage in anorexia nervosa: two case reports". Interuniversity Center for Obesity and Eating Disorders, Department of Clinical and Experimental Medicine; De Caprio C, Alfano A, Senatore I, Zarrella L, Pasanisi F, Contaldo F. Diakses 2010-10-11.

Rudolf I dari Bohemia

Rudolf I dari Habsburg (bahasa Ceko: Rudolf I. Habsburský; 1281 – 3/4 Juli 1307) merupakan Adipati Austria dan Stiria (sebagai Rudolf III) dari tahun 1298 dan Raja Bohemia dan gelar Raja Polandia dari tahun 1306 sampai kematiannya. Ia merupakan putra sulung Raja Jerman Albrecht I dari Jerman dan Elisabeth dari Gorizia-Tirol.
Setelah pemilihan ayahnya sebagai Raja Romawi, Rudolf ditempatkan sebagai wakil pemimpin dengan wilayah warisan Austria dan Stiria Wangsa Habsburg. Pada tanggal 25 Mei 1300, Raja Albrecht I mengatur pernikahannya dengan Blanche, putri Raja Philippe III dari Perancis dan istri keduanya Marie dari Brabant, Ratu Perancis. Ikatan yang dimaksudkan dengan Wangsa Kapetia Perancis gagal karena putri tunggal pasangan tersebut meninggal dan Blanche sendiri meninggal pada tahun 1305.
Kesempatan lain untuk Habsburg di dalam mendapatkan kekuasaan terbuka ketika pada tahun 1306 penguasa Bohemia yang terakhir dari Wangsa Přemyslid, Raja Václav III terbunuh dan Albrecht I sebagai rex Romanorum dapat menyita Bohemia sebagai kerajaan yang feodal. Rudolf dipersembahkan sebagai seorang penuntut atas tahta Bohemia, namun ditentang oleh pamannya Jindřich Korutanský, Adipati Kärnten dan suami saudari Václav Anna Přemyslovna. Untuk mensahkan lebih lanjut tuntutan Habsburg atas tahta Bohemia dan Polandia, Albrecht menikahkan Rudolf dengan Ryksa Elżbieta dari Polandia dari Wangsa Piast, janda Raja sebelumnya Václav II dari Bohemia. Pada tahun 1306 ia menduduki Praha dan mengusir Jindřich Korutanský untuk menempatkan putranya ke atas tahta Bohemia.
Diledek sebagai král kaše ("raja bubur"), Rudolf ditolak oleh beberapa bangsawan Bohemia, yang terus bertahan untuk Jindřich. Raja itu mengepung benteng pemberontak di Horažďovice di Bohemia, namun ia terkena penyakit disentri dan wafat disana pada tahun 1307, tanpa keturunan.
Rudolf dimakamkan di Katedral Santo Vitus, Praha.

Silsilah

Rabu, 08 Mei 2013

Virus Marburg

Marburg adalah sebuah kota di Jerman, yang untuk pertama kali (1967) ditemukan penyakit yang menyerang dokter hewan dan teknisi laboratorium yang sedang menyiapkan biakan sel dari kera hijau Afrika (Cercopithecus aethiops). Biakan sel itu akan dipakai sebagai media untuk memproduksi vaksin polio manusia. Kera hijau itu diperoleh dari hutan di Uganda, Afrika. Setelah sampai di Jerman, beberapa di antara kera hijau tersebut menunjukkan gejala sakit demam berdarah, kemudian mati. Selang beberapa hari, sebanyak 25 orang yang bekerja di laboratorium tersebut menderita sakit dengan gejala demam berdarah. Dalam tempo hampir bersamaan, di Belgrado, Yugoslavia, terjadi penyakit yang sama pada 6 orang yang bekerja di laboratorium serupa. Tujuh dari 31 orang (di Jerman dan Yugoslavia) yang terserang demam berdarah marburg akhirnya meninggal dunia.
Sesudah temuan di Jerman dan Yugoslavia, penyakit marburg baru ditemukan di Afrika, yakni di Johanesburg (1975) pada 3 orang, Uganda (1980), dan Kongo (1999) pada 76 orang, 56 di antaranya meninggal dunia.
Di bawah mikroskop, elektron virus marburg terlihat sebagai benang pendek, kadang-kadang melengkung pada salah satu ujungnya sehingga membentuk angka 6 atau 9. Virus yang berbentuk seperti benang, dimasukkan dalam famili Filoviridae (filo = filamen/benang).

Virus Epstein-Barr

Virus Epstein-Barr
Sel leukemia berisi virus Epstein Barr (berwarna hijau).
Sel leukemia berisi virus Epstein Barr (berwarna hijau).
Klasifikasi virus
Kelas: Kelas I (dsDNA)
Famili: Herpesviridae
Genus: Lymphocryptovirus
Spesies: Human herpesvirus 4 (HHV-4)

Virus Epstein-Barr, juga disebut Virus herpes manusia 4 adalah virus dari famili herpes (yang juga terdapat virus herpes simplex dan Sitomegalovirus), dan merupakan salah satu virus yang paling umum pada manusia. Banyak orang terinfeksi dengan Virus Epstein-Barr yang sering asimtomatik tetapi umumnya menyebabkan mononukleosis.
Virus Epstein-Barr berasal dari nama Michael Epstein dan Yvonne Barr, yang bersama dengan Bert Achong, menemukan virus ini tahun 1964.[1]

Sitomegalovirus

Sitomegalovirus
Infeksi Sitomegalovirus pada pneumosit paru-paru.
Infeksi Sitomegalovirus pada pneumosit paru-paru.
Klasifikasi virus
Kelas: Kelas I (dsDNA)
Famili: Herpesviridae
Genus: Sitomegalovirus
Spesies
lihat teks

Sitomegalovirus (dari bahasa Yunani cyto-, "sel", dan -mega-, "besar") adalah virus yang masuk kedalam famili grup Herpesviridae: pada tubuh manusia, virus ini umumnya diketahui sebagai virus herpes manusia 5.[1] Sitomegalovirus masuk kedalam subfamili Betaherpesvirinae dari Herpesviridae, yang juga termasuk virus Roseola, juga diketahui sebagai virus herpes manusia 6. Alphaherpesvirinae berisi virus herpes simplex tipe 1 dan 2, dan virus varicella-zoster (yang menyebabkan cacar air). Virus Epstein-Barr [1] masuk kedalam subfamili Gammaherpesvirinae. Virus herpes berbagi kemampuan karakteristik tersembunyi pada tubuh melalui periode yang panjang.

Retinitis sitomegalovirus

Retinitis sitomegalovirus adalah peradangan yang terjadi pada retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Sitomegalovirus adalah virus DNA yang ada pada famili Herpesviridae yang dikenal memproduksi sel besar dengan inklusi nukleus dan sitoplasmik. Inklusi tersebut disebut efek "mata burung hantu".